Translate

Share

HN. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label Activis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Activis. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 September 2014

Koalisi LSM Pasifik Menuntut Dukungan Untuk West Papua

0 komentar
The Koalisi LSM Hak Asasi Manusia mengatakan akan melobi pemerintah untuk mengambil sikap pada saudara Pasifik kami dari Papua Barat yang menderita pelanggaran hak asasi manusia, diskriminasi dan kekerasan.

Memimpin aktivis hak asasi manusia Shamima Ali dalam sebuah wawancara Fiji Times kemarin mengatakan bahwa penting Fiji - menjadi saudara Pasifik mengambil peran dalam memerangi penyiksaan dan pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat.
Read more...
Minggu, 14 September 2014

Semua Orang Dapat Keuntungan dari Papua Barat, Kecuali Papua

0 komentar
Kematian seorang mencolok penambang Papua di tangan pasukan Indonesia adalah ketidakadilan kolonial brutal terbaru ditimbulkan pada umat-Ku "Benny Wenda - FWPC"
 

Sebagai seorang anak tumbuh di dataran tinggi terpencil di Papua Barat, kita sering mendengar cerita-cerita dari para tetua tentang bagaimana roh nenek moyang kita hidup di pegunungan dan hutan. Bagaimana mereka akan menangis jika mereka melihat apa yang terjadi hari ini. Penebangan liar adalah marak, dan terbesar di dunia tambang emas dan tembaga, Freeport, telah menyebabkan kerusakan lingkungan permanen pada tanah suci kami yang terlihat dari ruang angkasa.

Awal pekan ini, pasukan keamanan Indonesia menembaki mencolok pekerja di tambang Freeport. Itu meninggalkan satu orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka, memimpin Sam Zarifi, direktur Asia Pasifik Amnesty International, mengatakan bahwa "polisi Indonesia belum belajar bagaimana berurusan dengan pengunjuk rasa tanpa menggunakan berlebihan, dan bahkan mematikan, kekuatan". Keadilan Rough bukanlah hal baru bagi orang-orang saya. Wartawan tidak diizinkan masuk ke Papua tetapi rekaman mentah dari ponsel Papua teratur dokumen Papua menderita kebrutalan di tangan jasa keamanan Indonesia.
Read more...
Senin, 14 Juli 2014

Bill Ormas New Used To Support The Police In Papua Repressive Measures

0 komentar
At the end of June 2014, there were at least 76 political prisoners in Papua has begun and institutions.

Jayapura,-- West Papua National Committee (KNPB), a group of activists of the pro-independence Papua, became the target of arrest by the Indonesian security forces during this month. At least 24 members were arrested KNPB of several areas in Papua, such Digoel, Timika and Merauke. In Digoel, police conducted mass arrests of 20 people KNPB members, arguing Community Organisations Bill (Bill CBOs). According to police, KNPB invalidity because the organization is not registered in the National and Political Unity (Kesbangpol). Based on that, the police said all the attributes KNPB like flag and symbol of the organization is also not valid.
Read more...
Minggu, 15 Juni 2014

Pemantau PBB Didesak Untuk Diizinkan Masuk Provinsi Papua di Indonesia

0 komentar
Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.
Read more...
Kamis, 14 November 2013

Milisi Bentukan NKRI Menyiksa 4 Aktifis KNPB Hingga Babak Belur

1 komentar
Milisi bentukan NKRI menyiksa 4 Aktifis KNPB di jayapura hingga  2 orang babak belur sampai  dilarikan ke rumah sakit sedangkan 2 oranglainya mengalami luka ringan di bagian tubuh korban. 

Mereka yang dilarikan ke rumah sakit mengalami luka serius sampai mengeluarkan banyak darah bukan hanya itu saya namun atas penyiksaan tersebut membuat 2 orang korban tulang  tengkorak kepalanya kelihatan mereka yang mengalami luka serius masing Naman Kogoya  27 tahun 46 jahitan sedangkan Tines Tabuni 25 Tahun 18 jahitan bukan hanya itu namun mereka juga megeluarkan darah banyak sehingga sementara sedang di rawat di rumah sakit abe .
 
Kejadian berawal pada hari Rabu tanggal 13 November 2013. pukul 19.30 WPB Tempat kejadian tersebut di jalan Raya Abe Sentani di dekat Danau Sentani tepat di jembatan 2 dekat salah satu perkampungan perbatasan Kota Jayapura dan Kabupaten jayapura. Pada awalnya para 4 korban menggunakan sebuah mobil Avanza dari jayapura menuju sentani untuk membagi undangan kepada orang tua di wilayah sentani, dalam perjalan itu mereka dihadang dengan sejumlah orang yang berada di tempat kejadian, mengkunakan balok mereka memecakan mobil kaca atau kaca spion.
 
Kemudian salah satu korban yang berada dalam mobil atas nama Tines Tabuni turun dari mobil disusul 2 orang lainya masing-masing Lewa dan Naman Kogoya, setelah itu mereka menayakan pelaku, kenapa kamu kasi peca kaca mobil mereka namun salah satu dari pelaku sedang mengonsumsi minuman keras datang tiba-tiba dari belakang langsung memukul Tines dan naman menkunakan balong, dengan alasan bahwa mereka ini aktivis Papua Merdeka, semua Orang yang berada di Tempat kejadian tersebut langsung mengoroyok ke 3 korban sampai Babak belur.
 
Pada saat mereka memukul korban sempat mengeluarkan kata-kata ancaman seperti,  bunuh mereka itu, mereka adalah Aktifis Papua merdeka, Yang melawan dan bikin kacau kota ini, mereka juga sempat katakana bahwa Mereka Ini anggota KNPB  katanya. Lalu semua rame-rame pukul ke 3 korban, sedangkan salah salah satu korban Atas Nama Edi Wenda  Menghindar Untuk menyelamatkan mobil avanza mereka tumpangi namun sekelompok masa tersebut langsung palang dan menghancurkan mobil tersebut sehingga mobil rusak para .Berikut nama-nama korban 1.  Tines Tabuni 2. Naman Kogoya 3. Edy Wenda 4 Lewa Wandikbo, 1 mobil Avanza Rusak para.
 
Setelah kejadian itu berlangsung selama 2 jam para anggota polisi datang mengamankan lalu menahan 3 pelaku, kemudian pihak keluarga korban datang di tempat kejadian untuk melihat korban namun karena polisi lebih awal berada di tempat kejadian mengarahkan langsung ke polsek kampung harapan kabupaten Jayapura, namun karena sudah larut malam sehingga penyelesaianya di tunda sampai esok hari Kamis tanggal 14 november 2013 ( hari ini ) jam 10 di polsek yang sama sehingga saat ini Pengurus KNPB bersama keluarga pergi kesana untuk menanyakan kejadian tersebut karena hal ini terjadi keterlibatan Pihak ketiga Lempar Batu sembunyi tangan.
 
Milisi yang dibentuk oleh NKRI untuk mengadu domba orang papua kini mulain menunyukan giginya, dengan bebagai kegeiatan di lakukan oleh kelompok merah puti ini, hal ini mulai terlihat pertama kali dimana pada saat mahasiswa  yang tergabung dalam GEMPAR melakukan aksi demo Tolak Otsus Plus di kantor Gubernur, namun Para oraganisasi Buatan NKRI atau milisi ini difasilitasi oleh Polda Pangdam Dan Kapolda Papua datang di Kantor Gubernur Lalu Menhalau Aksi mahasiaswa atau Mengancam Membubarkan Aksi demo Mahasiswa tersebut, namun Para kordinator Aksi mengetahui ancaman konflik adu domba tersebut sehingga masa aksi tidak masuk di Halaman Kantor Gubernur karena masa yang digerakan oleh POLDA PANGDAM dan Gubernur Lukas Enembe di fasilitasi peralatan Lengkap Seperti Parang pistol kartapel dan mereka juga membayar per orang 1.000.000;
 
Milisi yang dibentuk oleh NKRI dipapua bukan hanya wacana dan opini public namun benar-benar menunjukan eksitenyasianya dengan berbagai kegiatan yang berlangsung di papua pada umumnya dan lebih khusus di jayapura mulai kelihatan. 
 
Keberadaan milisi di papua mengacam dan mengadu-domba orang asli papua. Milisi yang dibentuk terdiri dari beberapa organisi yang dibentuk oleh TNI/POLRI seperti Barisan Merah Puti, (BMP) Lembaga Masyarakat Rebuplik Indonesia (LMRI) dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) organisassi-organisi ini dibekap langsung oleh pemerintah.
 
Perekrutan anggota dilakuakan dari berbagai kolongan baik kepala-kepala suku sampai dengan masyarakat umum, setiap kampong berjumlah 50 sampai 100 orang per/ kampung atau RT/RW, sejumlah anggota LMRI BMP dan LMAdibiayai oleh TNI/POLRi bakan Juga dikaji oleh pemerintah Pusat dan pemerintah dan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten kota di papua. Bukan hanya dikaji namun mereka difasilitasi dengan peralatan seperti pistol dan pisok sangkur, dan mereka memiliki sekertariat permanen lalu selalu melakukan pertemuan-pertemuan rutin.
 
Aktifitas mereka setiap hari adalah mereka mengawasi setiap aktifis Papua merdeka dan seluruh Pejuang Papua, bahkan mengawasi setiap aktifitas perjuagan.
 
Selain itu mereka menjadi informen dipasang di setiap kampung, asrama-asrama, di kantor-kantor serta di kampus-kampus, dan mereka selalu mengintimindasi dan baku pukul dengan setiap aktifis sampai baku bensi-internal orang papua, dan hal akan berpotensi melahirkan konflik horizontal. ( nesta,ngss)
 
Laporan: Nerta Gimbal
 
Photo Korban:
 






Read more...

Labels

 
HOLANDIA NEWS © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here