Translate

Share

HN. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label Bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Juni 2013

Isaac Newton: Kiamat Terjadi di Tahun 2060

0 komentar

Jika perhitungannya akurat, usia Bumi tidak sampai 50 tahun lagi.

Prediksi Bumi

London,-- Banyak yang memprediksi kehancuran Bumi diakibatkan oleh beberapa hal yang tak terduga.  Seperti Bumi yang akan bertabrakan dengan Planet Nibiru, polarisasi kutub magnetik Bumi tiba-tiba mundur dan mengakibat Bumi hancur berkeping-keping, hingga sebuah asteroid besar yang menghantam Bumi.

(Baca juga, 9 Penyebab Kiamat di Bumi)

Itu hanya sekadar prediksi. Namun, banyak yang mempercayainya. Tapi, ada juga yang mempertanyakan, bagaimana itu bisa terjadi?

Don Yeomans, ahli planet yang melacak objek dekat dengan Bumi di Laboratorium Propulsi Jet NASA, membantah sejumlah pendapat yang meyakini bahwa planet Nibiru akan menabrak Bumi.

"Planet Nibiru adalah planet imajiner yang sebagian orang meyakini berasal dari luar Tata Surya. Kami tidak yakin kalau planet itu akan menabrak Bumi," tegas Don Yeomans, dilansir Reuters.

Satu prediksi kiamat lain dilontarkan oleh Sir Isaac Newton, yang memiliki predikat fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan juga seorang teolog.

Pria kelahiran 1643 itu meramalkan kiamat akan terjadi pada tahun 2060. Itu ia dapati setelah melakukan praktik supranatural dan menerapkan pendekatan ilmiah dengan mempelajari kitab suci dan mistisisme Yahudi, dilansir Real Clear Science, 5 Juni 2013.

Dari dokumen yang bertuliskan tangan, Newton berceritera tentang pencarian pola dan kode tersembunyi dari Al kitab dan kitab-kitab suci lain untuk menghitung kapan berakhirnya Bumi.

Setelah banyak membaca dan melakukan perhitungan sederhana, maka Newton menemukan tahun berakhirnya Bumi. Ya, seperti yang kita tahu, dia memprdiksi Bumi akan berakhir pada tahun 2060.

Beruntung bagi manusia, Newton tidak menjelaskan secara detail dan harfiah dari kata "akhir" pada tahun 2060. Di tahun itu, ia memperkirakan Kristus akan kembali dan membangun kerajaan perdamaian.

Tentu saja, itu hanya sekadar prediksi. Jika memang benar terjadi, apakah kiamat terjadi karena asteroid besar yang menghantam Bumi? Tidak ada yang tahu

Read more...
Minggu, 28 April 2013

Panas inti Bumi bukan 5.000 derajat celcius

0 komentar
Jakarta (ANTARA News) - Panas inti Bumi mencapai sekitar 6.000 derajat celcius dan bukan 5.000 derajat celcius seperti perkiraan pada 20 tahun lalu, demikian hasil riset para ilmuwan dari Prancis yang dipublikasikan dalam jurnal Science.

Para peneliti yang berasal dari Pusat Penelitian Ilmiah Prancis (CNRS), organisasi riset teknologi Prancis (CEA), dan European Synchrotron Radiation Facility (ESRF) di Grenoble Prancis itu menggunakan model geofisika yang menunjukkan perbedaan temperatur antara lapisan padat inti Bumi dengan lapisan di atasnya.

Para peneliti, seperti termuat dalam situs Eurekalert, menyebut perbedaan temperatur antara kedua lapisan itu mencapai sekitar 1.500 derajat celcius dan seiring rotasi Bumi menghasilkan medan magnetik Bumi.

Dalam riset laboratoriumnya, para peneliti mengamati titik leleh besi pada berbagai tekanan untuk menentukan gambaran akurat tentang temperatur inti Bumi.

Penelitian laboratorium itu menggunakan sel ujung berlian untuk memampatkan tekanan beberapa juta atmosfer dalam sampel setitik dan sinar laser kuat untuk memanasi sampel ke suhu empat ribu hingga lima ribu derajat celcius.

"Dalam praktiknya, penelitian menghadapi sejumlah tantangan karena besi sampel terisolasi panas dan tidak boleh tereaksi kimia dengan lingkungan sekitarnya," kata Pimpinan penelitian, Agnès Dewaele, dari CEA.

Para peneliti itu menentukan secara eksperimental titik leleh besi mencapai 4.800 derajat celcius dan pada tekanan 2,2 juta atmosfer.

Mereka kemudian memakai metode ekstrapolasi yang menunjukkan pada tekanan 3,3 juta atmosfer batasan antara inti cair dan padat, temperatur mencapai sekitar 6.000 derajat celcius.

Penelitian sebelumnya terkait suhu inti Bumi oleh Reinhard Boehler dari Jerman menggunakan teknik optik yang menafsirkan efek rekristalisasi pada permukaan besi, ketika besi mencapai suhu 2.400 derajat celcius, sebagai proses meleleh.
Read more...

Labels

 
HOLANDIA NEWS © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here