Translate

Share

HN. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label UNCEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNCEN. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Juni 2013

Demo Mahasiswa UNCEN Jutru Buctar Tabuni Diminta Keterangan Polisi

0 komentar

 Mahasiswa Uncen Hari ini Melakukan Demo Damai Untuk Dukungan Papua barat Menjadi ANggota MSG, Heran Justru Bucthar Tabuni Ketua PNWP Yang kebetula lewat di Gapura Uncen Di tangkap dan di Mintai Keterangan Oleh Polisi.

Bucthar Tabuni di tangkap Polisi Photo Jubi
Mantan ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Buchtar Tabuni akhirnya dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan oleh polisi. Sebelumnya, ia dikabarkan ditangkap oleh aparat kepolisian dari Polresta Kota Jayapura, Papua didepan gapura Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura Perumnas III Waena, Abepura, Kota Jayapura, Rabu (12/6) sekitar pukul 11.20 WIT.

Sekretaris umum KNPB, Ones Suhuniap kepada tabloidjubi.com saat dikonfirmasi via telepon mengaku, Buchtar dibebaskan oleh polisi sekitar pukul 13.30 WIT. Menurutnya, belum ada penjelesan detail kepada pihaknya dari polisi terkait penangkapan Buchtar. “Belum ada penjelesan yang jelas dari polisi ke kami terkait penangkapan,” kata Ones lewat telepon selulernya, Rabu (12/6) sore.

Ones juga mengaku, selama Buchtar menjalani pemeriksaan di polisi, ia mendapat perlakuan yang tidak layak, (dipukul dan diinjak, red) dari aparat keamanan yang menangkap dan menahannya. Sebelumnya, dikabarkan mantan ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) ini  ditangkap oleh aparat kepolisian dari Polresta Kota Jayapura, Papua.


Penangkapan berlangsung didepan gapura Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura Perumnas III Waena, Abepura. Buchtar ditangkap saat melintas didepan gapura Kampus Uncen Perumnas III Waena dengan menggunakan mobil Inova warna putih.

“Ya, dia hanya dimintai keterangan saja terkait demo yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Uncen Jayapura,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya lewat pesan singkat yang dikirim ke tabloidjubi.com, Rabu sore.Lebih lanjut, I Gede mengaku, pihaknya hanya meminta keterangan apakah ada keterlibatan kelompok Buchtar Tabuni dengan aksi demo mahasiswa Fisip Uncen.

“Kita hanya mau meminta keterangan apa ada keterkaitan atau tidak. Karena, ada demo yang dilaksanakan tanpa pemberitahuan ke pihak Polri,” ungkapnya.  Namun, kata dia, penahanan tersebut tidak berlangsung lama karena tak ada dasar hukum. “Sudah dibebaskan. Gak ditahan. Gak ada dasar hukumnya untuk menahan dia,” ujarnya.
Read more...

Mahasiswa Uncen Serukan Perjuangan Papua Merdeka

0 komentar
Papuan Fredom
Jayapura - Puluhan mahasiswa Universitas Cendrawasih berunjuk rasa menyerukan agar warga Papua mendukung upaya bergabung dengan Melanesian Sparehead Group (kelompok negara Melanesia) di depan gerbang kampus di Perumnas III, Abepura, Jayapura, Papua, Rabu, 12 Juni 2013. Melanesian Sparehead Group (MSG) akan menggelar konferensi tingkat tinggi dengan mengundang perwakilan dari Papua pada 17 Juni 2013 di Kaledonia Baru.

Mahasiswa ini membawa spanduk dan lembaran kertas bergambar bendera Bintang Kejora dan menempelkannya di pintu gerbang Universitas Cendrawasih. Mereka meneriakkan yel-yel agar Papua Merdeka. "Kami menolak dibubarkan. Papua berada dalam tekanan. Lihat Saudara-saudara, Papua harus merdeka," teriak Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP Uncen, Yason Ngelia, Rabu, 12 Juni 2013.

Saat berorasi, puluhan polisi telah bersiaga dengan tameng. Namun, ketika isi orasinya dinilai berbau makar, polisi berusaha membubarkan dan mengejar para pendemonstrasi. Mahasiswa berlari masuk kampus. Polisi kemudian menurunkan gambar-gambar bintang Kejora serta membuka gerbang kampus.

Aksi mahasiswa sempat membuat aktivitas perkuliahan berhenti. "Kalau mau demo, jangan di depan kampus. Kita yang lain tidak bisa kuliah," kata Martha, seorang mahasiswa Universitas Cendrawasih. Hingga siang, polisi tetap berjaga mengantisipasi aksi unjuk rasa susulan.

Penyelenggara KTT MSG adalah kelompok politik bernama Front de Liberation National Kanak Socialiste (FLNKS). Kelompok prokemerdekaan Kaledonia itu mengundang West Papua National Coalition Liberation (WPNCL), termasuk di dalamnya Franz Albert Joku. Namun, belum jelas isi agenda KTT itu.

Keanggotaan MSG terdiri dari beberapa negara di Pasifik. Di antaranya Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini. Dengan masuknya Papua dalam MSG, aktivis promerdeka berharap mendapat dukungan dari negara Melanesia bagi kebebasan Papua.

JERRY OMONA - TEMPO.CO

Read more...

Labels

 
HOLANDIA NEWS © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here